Jumat, 11 Januari 2013
Rabu, 09 Januari 2013
Tugas Ke-4 Sistem Informasi Akuntansi
Nama : Anggi Sactyani
Kelas : 3 DB 17
Npm : 30110832
TugasKe-4 Sistem Informasi Akuntansi
Penipuan adalah
sesuatu atau segala sesuatu yang digunakan oleh seseorang untuk memperoleh
keuntungan secara tidak adil terhadap orang lain. Tindakan curang meliputikebohongan,
penyembunyian kebenaran, muslihat dan kelicikan, dan tindakan tersebut
sering mencakup pelanggaran kepercayaan. Pelaku penipuan sering disebut sebagai
penjahat berkerah putih (white collar criminals), untuk
membedakannya dari penjahat yang melakukan kejahatan dengan kekerasan.
Penipuan internal dapat
dibedakan menjadi 2 (dua) kategori : 1) penggelapan asset, dan 2)
penipuan pelaporan keuangan. Penggelapan aset atau
penipuan pegawai, dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang untuk
keuntungan keuangan pribadi. Penipuan yang ditemukan oleh Jason Scott suatu
penggelapan aset. Komisi Nasional atas Penipuan Pelaporan Keuangan
(Treadway Commision) mendefinisikanpenipuan pelaporan keuangan sebagai
tindakan yang sembrono atau disengaja, baik melalui tindakan atau penghilangan yang
menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan secara material. Treadway
Commision meneliti 450 tuntutan perkara terhadap auditor dan menemukan
penipuan yang tidak terdeteksi menjadi factor di dalam separu dari tuntuan
tersebut.
Treadway Commision merekomendasikan
4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan penipuan pelaporan keuangan :
· Bentuklah
lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses
pelaporan keuangan.
· Identifikasi
dan pahami factor-faktor yang mendorong ke arah penipuan pelaporan keuangan.
· Nilai
risiko dari penipuan pelaporan keuangan di dalam perusahaan.
· Desain
dan implementasikan pengendalian internal untuk menyediakan keyakinan yang
memadai sehingga penipuan pelaporan keuangan dapat dicegah.
a) Proses
Penipuan
Ada tiga karakteristik
yang sering dihubungkan dengan kebanyakan penipuan, yaitu :
· Pencurian
sesuatu yang berharga, seperti uang tunai, persediaan, peralatan, atau data.
· Konversi
asset yang dicuri ke dalam uang tunai.
· Penyembunyian
kejahatan untuk menghindari pendeteksian.
Cara yang umum dan
efektif untuk menyembunyikan pencurian adalah untuk membebankan item yang
dicuri ke suatu akun biaya. Cara lain untuk menyembunyikan penurunan asset
adalah dengan cara gali lubang tutup lubang (lapping). Dalam
skema gali lubang tutup lubang, pelaku mencuri uang yang diterima dari
pelanggan A untuk membayar piutangnya. Di dalam skema perputaran
(kiting), pelaku menutupi pencuriannya dengan cara menciptakan uang
melalui transfer uang antar bank.
b) Sebab-Sebab
Terjadinya Penipuan
1. Tekanan
1. Tekanan
Tekanan adalah
motivasi untuk melakukan penipuan. Tekanan dapat berupa tekanan keuangan,
seperti gaya hidup yang berada di luar kemampuan atau memiliki banyak utang
atau biasanya banyak tagihan. Sering kali pelaku merasa tekanan-tekanan semacam
ini tidak dapat dibagi dengan orang lain. Tekanan dapet juga berkaitan dengan
pekerjaan. Beberapa pegawai mencuri data, sehingga mereka dapat membawanya ke
pekerjaan baru mereka atau perusahaan tempat mereka bekerja. Motivasi lain yang
mengarah pada tindakan curang adalah tekanan keluargaatau tekanan kerja,
ketidakstabilan emosi, dan tunjangan menumbangkan system pengendalian serta
masuk ke dalam sistem.
2. Peluang
Peluang adalah
kondisi atau situasi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan dan menutupi
suatu tindakan yang tidak jujur. Peluang sering kali berasal dari kurangnya
pengendalian internal. Situasi lain yang mempermudah seseorang untuk melakukan
penipuan adalah kepercayaan berebih atas pegawai utaa, personil supervisi yang
tidak kompeten, tidak memperhatikan perincian, jumlah pegawai tidak memadai,
kurangnya pelatihan, dan kebijakan perusahaan yang tidak jelas.
3. Rasionalisasi
Kebanyakan pelaku penipuan mempunyai alasan atau rasionalisasi yang membuat
mereka merasa perilaku yang illegal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Para
pelaku membuat rasionalisasi bahwa mereka sebenarnya tidak
benar-benar berlaku tidak jujur atau bahwa alasan mereka melakukan penipuan
lebih penting daripada kejujuran dan integritas. Mungkin, rasionalisasi yang
paling umum adalah pelaku hanya “meminjam” asset yang dicuri karena mereke
bermaksud untuk mengembalikannya pada perusahaan. Beberpaa pelaku membuat
rasionalisasi bahwa mereka tidak menyakiti seseorang secara langsung. Pihak
yang terpengaruh hanyalah system computer yang tidak bermuka dan bernama atau
perusahaan besar yang bukanlah manusia yang tidak akan merasa kehilangan uang
tersebut.
Berikut ini adalah
rasionalisasi yang sering digunakan :
· Anda
akan memahami apabila anda mengetahui betapa saya membutuhkannya.
· Apa
yang saya lakukan tidak seserius itu.
· Hal
ini dilakukan demi kebaikan. (Ini adalah sindrom Robin Hood, mencuri dari yang
kaya dan memberikannya kepada yang miskin).
· Saya
mendapat epercayaan yang sangat tinggi. Saya berada di atas peraturan.
· Setiap
orang melakukannya, jadi tidak mungkin hal tersebut salah.
· Tidak
aka nada yang mengetahui.
· Perusahaan
berutang kepada saya, dan saya mengambil tidak lebih dari yang seharusnya
menjadi milik saya.
c) Penipuan
Komputer
Departemen Kehakiman
Amerika Serikat mendefinisikan penipuan komputer sebagai tindak illegal
apapun yang membutuhkan pengetahuan teknologi komputer untuk melakukan tindakan
awal penipuan, penyelidikan, atau pelaksanaannya.
Secara khusus, penipuan komputer mencakup hal-hal berikut ini :
Secara khusus, penipuan komputer mencakup hal-hal berikut ini :
· Pencurian,
penggunaan, akses, modifikasi,penyalinan, dan perusakan software atau data
secara tidak sah.
· Pencurian
uang dengan mengubah catatan komputer atau pencurian waktu komputer.
· Pencurian
atau perusakan hardware komputer.
· Penggunaan
atau konspirasi untuk menggunakan sumber daya komputer dalam melakukan tindak
pidana.
· Keinginan
untuk secara illegal mendapatkan informasi atau properti berwujud melalui
penggunaan komputer.
Klasifikasi Penipuan
Komputer
1. Input
Cara yang paling umum dan paling sederhana untuk melakukan penipuan adalah
dengan mengubah input komputer. Cara ini hanya memerlukan sedikit keterampilan
computer. Pelaku hanya perlu memahami bagaimana sistem beroperasi hingga mereka
bias menutupi langkah mereka.
2. Pemroses (processor)
2. Pemroses (processor)
Penipuan komputer dapat dilakukan melalui penggunaan system tanpa diotorisasi,
yang meliputi pencurian waktu dan jasa komputer.
3. Perintah komputer
3. Perintah komputer
Penipuan komputer dapat dilakukan dengan cara merusak software yang memproses
data perusahaan. Pendekatan penipuan computer dengan cara ini merupakan paling
tidak umum, karena memerlukan pengetahuan khusus tentang pemrograman komputer
yang berada di luar kemampuan kebanyakan pemakai. Akan tetapi, saat ini,
penipuan jenis ini menjadi lebih sering karena banyak halaman web yang
memeberitahukan cara menciptakan virus dan cara penipuan berbasis komputer
lainnya.
4. Data
Penipuan komputer dapat diawali dengan mengubah atau merusak file data
perusahaan atau menyalin, menggunakan mencari file-file data tersebut tanpa
otorisasi. Dalam banyak situasi, para pegawai yang merasa tidak puas telah
mengacau, mangubah, atau menghancurkan file-file data perusahaan.
Penipuan dan Teknik
Penyalahgunaan Komputer
1. Kuda
Troya (Trojan Horse)
Sekumpulan perintah computer yang tidak sah yang masuk ke dalam program
computer yang sah dan berfungsi dengan baik.
2. Pembulatan
ke bawah
Teknik yangs erring digunakan padainstitusi keuangan yang membayar bunga.
3. Teknik
salami
Sejumlah kecil uang yang dicuri.
4. Pintu
jebakan
Cara masuk ke system
tanpa melewati pengendalian system yang normal.
5. Serangan
cepat
Penggunaan tidak secara tidak sah dari program system khusus untuk memotong
pengendalian system regular dan melakukan tindakan yang illegal.
6. Pembajakan
software
Menyalin software tanpa izin dari pembuatnya.
7. Mengacak
data
Mengubah data sebelum, selama, atau setelah dimasukkan ke system.
8. Kebocoran
data
Mengacu pada penyalinan tidak sah atas data perusahaan.
9. Menyusup
Menyadap masuk ke saluran telekomunikasi dan mengunci diri ke pemakai yang sah
sebelum pemakai tersebut memasuki suatu system.
10. Penyamaran
atau penipuan
Pelaku penipuan mendapatkan akses ke system dengan cara berpura-pura sebagai
pemakai yang memiliki otorisasi.
11. Rekayasa
social
Para pelaku menipu pegawai untuk memberikan informasi yang dibutuhkan agar
dapat masuk ke dalam system.
12. Bom
waktu logika
Program yang sementara tetap diam hingga keadaan atau waktu tertentu yang telah
ditentukan memicunya.
13. Hacking
atau cracking
Akses ke dan penggunaan system computer secara tidak sah, biasanya
dilakukan melalui computer pribadi dan jaringan telekomunikasi.
Peningkatan Penipuan
Komputer
Berikut adalah 6
alasan yang tidak diketahui seorangpun dengan pasti bagaimana
perusahaan kalah menghadapi penipuan komputer :
1. Tidak
setiap orang setuju tentang hal-hal yang termasuk penipuan komputer.Contohnya, beberapa
orang membatasi definisi penipuan komputer sebagai kejahatan yang terjadi di
dalam sebuah komputer atau diarahkan pada suatu komputer. Bagi yang lain,
penipuan komputer adalah kejahatan apa pun dengan seseorang pelaku yang
menggunakan komputer sebagai alatnya.
2. Banyak
penipuan komputer yang tidak terdeteksi. Pada suatu hari, FBI memperkirakan
bahwa hanya 1 persen dari seluruh kejahatan komputer yang terdeteksi, yang
lainnya memperkirakan antara hingga 5 hingga 20 persen.
3. Sekitar
80 hingga 90 persen penipuan yang terungkap, tidak dilaporkan. Hanya industry
perbankan yang disyaratkan oleh peraturan untuk melaporkan seluruh jenis
penipuan.
4. Sebagian
jaringan memliki tingkat keamanan yang rendah.
5. Banyak
halaman dalam internet yang memeberikan instruksi per lngkah tentang bagaimana
memulai kejahatan dan melakukan penyalahgunaan komputer.
6. Penegakan
hokum tidak mampu mengikuti pertumbuhan jumlah penipuan komputer.
d) Mencegah
Dan Mendeteksi Penipuan Komputer
Membuat penipuan lebih jarang terjadi.
Membuat penipuan lebih jarang terjadi.
Meningkatkan
kesulitan untuk melakukan penipuan.
Memperbaiki
metode deteksi.
Mengurangi
kerugian akibat penjualan.
Menuntut dan memenjarakan pelaku penipuan.
Menuntut dan memenjarakan pelaku penipuan.
Referensi
"Accounting Information
System (Sistem Informasi Akuntansi)"
Marshall B. Romney & Paul
John Steinbart
Daftar Pustaka
Jumat, 30 November 2012
Flowchart Siklus Sistem Akuntansi Perusahaan
NAMA :
ANGGI SACTYANI
NPM : 301.10.832
KELAS : 3 DB 17
MATKUL : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Flowchart Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi
Secara umum siklus akuntansi
dapat kita artikan sebagai langkah-langkah atau proses akuntansi untuk
menghasilkan informasi keuangan, mulai dari transaksi sampai penyajian laporan
keuangan.
Flowchart siklus akuntansi
digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1.1 : Siklus
Akuntansi
Penjelasan singkat tentang
gambar diatas :
Siklus akuntansi akuntansi
diawali dari adanya transaksi yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Transaksi
juga dijadikan sebagai titik awal untuk memulai proses akuntansi, atau dengan
kata lain ada tidaknya akktifitas pencatatan akuntansi sangat bergantung kepada
ada tidaknyatransaksi yang dilakukan perusahaan aktifitas transaksi
seperti pembelian, penjualan. Selanjutnya transaksi yang dilakukan perusahaan
harus memiliki bukti/dokumentasi. Transaksi yang tidak memiliki bukti sebagai
dokumentasi tentu tidak dapat dikategorikan sebagai sebuah transaksi.
Bukti transaksi merupakan
sarat mutlak untuk mengakui keberadaan dari sebuah transaksi. Langkah
selanjutnya dokumentasi dicatatkan (dijurnal) kedalam buku harian. Buku harian
ini merupakan catatan untuk merekam transaksi perusahaan pertama kalinya. Dari
buku harian diteruskan ke buku besar (diposting). Buku besar digunakan untuk
mengklasifisikasikan perkiraan perjenis. Apabila kita belum mendapatkan
informasi yang lengkap dalam buku harian tentang mutasi dari sebuah perkiraan,
maka dalam buku besar umum ini kita sudah dapat mengetahui mutasi setiap jenis
perkiraan. Disamping buku besar umum, pada gambar diatas juga terlihat buku
besar pembantu yang digunakan untuk cross check dengan buku besar umum. Buku
besar pembantu ini dasar pencatatannya adalah langsung dari bukti asli sehingga
daya controlnya terhadap buku besar umum tinggi. Setelah buku besar disiapkan,
selanjutnya dibuatkan buku neraca saldo yang digunakan untuk mengkoreksi jika
terdapat kekeliruan mulai dari dokumentasi transaksi sampai pada buku besar
umum. Buku neraca saldo ini berisi saldo-saldo perkiraan dalam sebuah
perusahaan. Setelah neraca saldo disiapkan, maka dibuatkan neraca lajur yang
digunakan untuk mempermudah penyajian laporan keuangan dengan berbagai
penyesuaian (adjusment) yang dilakukan.
Dari neraca lajur tersebut,
dihasilkan laporan keuangan yang terdiri dari lima bagian yakni :
1. Neraca : melaporkan
tentang asset, kewajiban dan equity perusahaan.
2. Laba rugi (L/R) :
melaporkan tentang hasil usaha perusahaan.
3. Laporan Equity (LE) :
melaporkan tentang perubahan dan kondisi equity.
4. Aliran Kas (AK) :
melaporkan tentang aliran kas masuk atau keluar.
5. Catatan Atas Laporan
Keuangan (CLK) : melaporkan tentang penjelasan mengenai semua perkiraan yang
tercantum di neraca, laba rugi dan perubahaan equity.
Berikut ini dan selanjutnya
akan dibahas bagian-bagian dalam siklus akuntansi secara berurutan menurut
siklusnya. Pembahasan di mulai dari siklus akuntansi
Siklus akuntansi merupakan
proses pencatatan akuntansi mulai dari dokumentasi sampai penyajian laporan
keuangan. Gambar 1.1 diatas merupakan gambar siklus akuntansi mulai dari
transaksi sampai dengan penyajian laporan keuangan.
Transaksi merupakan
kejadian-kejadian ekonomi dan aktifitas normal yang dilakukan oleh perusahaan
dan berkaitan dengan operasi utama perusahaan, baik langsung maupun tidak
langsung pada periode tertentu. Beberapa kata kunci dari pengertian transaksi
diatas adalah :
1. Kejadian ekonomi
2. Dilakukan oleh perusahaan
3. Dilakukan dalam rangka
kegiatan utama perusahaan
4. Dilakukan pada periode
tertentu
Contoh transaksi seperti
penjualan, pembelian, pengeluaran kas, penerimaan kas, dan lain sebagainya.
Umumnya setiap transaksi bisnis mempengaruhi paling tidak dus perkiraan.
Kejadian ekonomi digambarkan dengan adanya aktifitas-akitifitas yang dilakukan
perusahaan baik terkait langsung dengan akktifitas utama maupun bukan.
Periode tertentu yang
dimaksud diatas adalah periode 1 tahun. Istilah periode tahunan ada yang
disebut dengan tahun takwim dan tahun buku. Tahun takwim adalah periode akuntansi
yang berewal tanggal 1 januari dan berakhir tanggal 31 desember pada tahun
tertantu. Sedangkan tahun buku adalah periode yang berawal dan berakhirnya
selain dari tanggal tahun takwim. Setiap transaksi akan memmpengaruhi beberapa
perkiraan dan perkiraan ini tentu sangat penting perannya. Apabila kita ingin
membuat kebijakan apakah kita akan melakukan peminjaman uang lagi atau tidak,
pastilah kita membutuhkan informasi tentang perkiraan utang. Apabila kita ingin
membeli aktiva, pastilah kita membutuhkan informasi perkiraan kas, sehingga
kita bisa memutuskan apakah kita beli atau tidak. Tentunya jika kas kita
memadai, maka kita kan membeli aktiva secara tunai, atau apabila kas kita tidak
mencukupi kita bisa saja membelinya dengan alternative lainnya. Jadi peran
sebuah perkiraan sangat penting bagi kita untuk mengambil keputusan perusahaan.
Dokumentasi merupakan
bukti transaksi yang dilakukan. Suatu transaksi yang dilakukan tidak akan
berarti apa-apa jika tidak ada bukti otentiknya. Bukti otentik disini tentu
dalam bentuk tertulis. Dalam akuntansi bukti lisan dari seseorang tidak dapat
dijadikan sebagai sebuah bukti. Contoh bukti dalam praktek sehari-hari sangat
banyak, seperti kwitansi, faktur, kertas bon, perjanjian-perjanjian kontrak
kerja dan lain sebagainya. Saat ini, kebenaran dari sebuah bukti sering
dipertanyakan. Artinya sebuah bukti tertulis selalu saja dapat di”ada”kan namun
palsu. Oleh sebab itu standar dari kebenaran yang dimaksudkan dalam akuntansi
adalah kebenaran material, bukan kebenaran formal. Bukti yang memiliki
kebenaran material adalah bukti tertulis dari transaksi yang benar-benar
dilakukan dari sisi jumlah maupun aktifitasnya. Sedangkan kebenaran formal
adalah bukti tertulis yang secara pisik ada, namun bukan mewakili kenyataan.
Dokumentasi dari sebuah
transaksi wajib di “file” selama minimal 10 tahun. Ini artinya bahwa, sebuah
bukti wajib disimpan untuk pertanggungjawaban selama masa waktu 10 tahun.
Dengan demikian keberadaan dari sebuah bukti mutlak adanya untuk mewakili bahwa
sebuah transaksi memang sudah dilakukan. Dalam siklus akuntansi, dokumentasi
ini merupakan bahan pertama kali yang diproses dalam pencatatan akuntansi.
Proses pencatatan akuntansi tidak aka nada, jika dokumentasinya tidak ada.
Siklus akuntansi yang digambarkan diatas adalah siklus akuntansi konvensional
berbasis manual. Apabila proses akuntansi dilakukan dengan berbasis computer
maka suklus akuntansi sebagai berikut :

Gambar 1.2. Siklus Akuntansi
Berbasis Komputer
Siklus akuntansi berbasis
computer diatas, jauh lebih singkat dalam menghasilkan laporan keuangan. Dari
semua dokumen sumber teransaksi langsung dicatatkedalam buku harian umum.
Khusus untuk dokumen sumber transaksi utang dan piutang, selain langsung dicata
kedalam buku harian umum, juga dicatat kedalam buku besar pembantu sebagai buku
control terhadap buku besar umum utang dan piutang. Proses selanjutnya setelah
dicatakan kedalam buku harian umum adalah memposting semua perkiraan kedalam
buku besar umum. Saldo utang dan piutang dalam buku besar umum akan
dibandingkan dengan saldo utang dan piutang dalam buku besar pembantu. Proses
selanjutnya setelah dari buku besar umum dapat dihasilkan catatan akuntansi berupa
neraca saldo dan laporan keuangan. Dengan demikian proses akuntansi berbasis
computer jauh lebih singkat dan dapat menghasilkan laporan keuangan. Sedangkan
off-line system, proses dijalankan secara bertahap atau dengan kata lain proses
menjurnal atau memposting didasarkan pada waktu tertentu.
Rabu, 14 November 2012
Tugas Perilaku Pegawai artikel 2 . Sem 5
Nama : Anggi Sactyani
Kelas : 3 DB 17
NPM : 30110832
Kedisiplinan Karyawan, Tanggung Jawab Seorang HRD
(Vibizmanagement – HR) - Di dalam suatu perusahaan, memang seorang HRD memiliki peranan penting di dalam memajukan karyawannya. Seorang HRD memang adalah seseorang yang juga harus mampu untuk memotivasi karyawannya, namun juga harus mampu untuk mendisiplinkan karyawannya.
Sebenarnya, tugas seorang HRD itu sama seperti seorang guru, yang membimbing murid-muridnya dengan penuh kasih sayang, namun juga harus bisa bersikap tegas dan juga berani mengambil tindakan ketika karyawannya melakukan kesalahan. Ketegasan seorang HRD dalam menegakkan disiplin dan juga kemampuannya untuk mengembangkan potensi karyawan, memang merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang HRD di dalam menjalankan tugasnya.
Dalam menegakkan kedisiplinan, memang harus dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu, seperti memperhatikan kedisiplinan dalam absensi, kedisiplinan dalam mematuhi peraturan yang ada di kantor, dan juga hal-hal lainnya. Selain itu, tugas seorang HRD harus mampu untuk menanamkan nilai-nilai perusahaan dengan baik dan benar sampai karyawan memiliki kebanggaan bekerja di dalam perusahaan tersebut.
Mungkin saja, di dalam menegakkan kedisiplinan, seorang HRD tidak selamanya disukai oleh karyawan. Ada kalanya karyawan yang memiliki nilai yang lain tidak menyukai kedisiplinan yang ditanamkan oleh HRD tersebut. Akan tetapi, sama seperti seorang guru, seorang HRD memang harus sanggup menjadi motivator yang tepat untuk perkembangan karyawan, namun disisi lain harus sanggup menjadi orang yang menegakkan disiplin dalam perusahaan tersebut. Karena tujuan perusahaan akan tercapai jika memiliki karyawan yang disiplin dan menjunjung nilai-nilai perusahaan dengan baik
http://management.co.id/journal/index/category/human_resources/637/
Tugas Perilaku Seorang Karyawan artikel 1
Nama : Anggi Sactyani
Npm : 30110832
Kelas : 3 DB 17
Perilaku Kerja Karyawan
PERILAKU KERJA
Yang dimaksud dengan perilaku kerja adalah norma-norma yang melandasi tata krama hubungan antara seorang karyawan dengan pihak lainnya. Pihak-pihak yang berhubungan antara lain:
-Antara karyawan dengan perusahaan
-Antara tugas, wewenang, dan jabatan
-Antara atasan dan bawahan
-Antar Karyawan
Disini akan di jelaskan secara rinci pihak-pihak yang berhubungan tersebut:
*1. Hubungan antara karyawan dengan perusahaan
-Seorang karyawan harus berusaha yang terbaik untuk kepentingan perusahaan, jelasnya bahwa setiap karyawan harus berbuat yang terbaik bagi perusahaan.
-Seorang karyawan harus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk mencapai yang terbaik, yakni kontribusi karyawan tergantung dari kemampuan dan semangat untuk menghasilkan yang terbaik.
-Seorang karyawan harus bersikap achievement oriented yaitu pencapaian orientasi target dalam kerja.
-Seorang karyawan harus bertingkah laku yang baik dan menghindari hal-hal yang mencemarkan nama baik perusahaan.
*2. Hubungan antara tugas, wewenang, dan jabatan
-Seorang karyawan harus mempunyai rasa tanggung jawab dalam menggunakan wewenang dan jabatan agar tidak merugikan perusahaan, rekan kerja, orang lain dan dirinya sendiri.
-Jangan menyalah gunakan wewenang demi kepentingan pribadi, atau mendahulukan atau memihak kelompok-kelompok tertentu.
-Jangan mengungkapkan data atau strategi perusahaan yang bersifat rahasia kepada pihak-pihak yang tidak berhak mengetahuinya yang dapat menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan terancam.
*3. Hubungan antara atasan dan bawahan
-Bawahan harus bersikap hormat pada atasannya, dengan kata lain penghormatan bawahan terhadap atasannya semata-mata atas pertimbangan wewenang, tanggung jawab dan wibawa.
-Garis tanggung jawab adalah dari bawah keatas, yakni bawahan bertanggung jawab kepada atasan dan atasan mempertanggung jawabkan bawahannya.
-Seorang karyawan jangan membohongi, menyembunyikan data atau dengan sengaja berusaha menyesatkan atasannya untuk hal-hal yang ada kaitannya dengan perusahaan. Atasan yang tidak mendapat informasi, atau mendapat informasi yang salah berakibat kesimpulan dan keputusan yang salah pula, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian perusahaan.
-Atasan harus bersifat mendidik dan memberi pengarahan kepada bawahannya, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan unjuk kerja dan sikap kerja, karena kemajuan anak buah merupakan tanggung jawab atasannya.
-Seorang atasan harus menjadi panutan bagi bawahannya, tingkah laku atasan harus mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh bawahannya.
*4. Hubungan antar karyawan
-Saling menghargai dan membina semangat kerjasama yakni dengan saling menghargai karena persamaan harkat dan martabat dan membina kerjasama kerena semua karyawan bekerja dalam team yaitu perusahaan.
-Menghindari tindakan ketidak harmonisan, pertentangan dan keresahan diantara karyawan.
Demikian ulasan dari etika kerja karyawan dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
sumber : http://hasyimibrahim.wordpress.com/2010/02/12/pedoman-etika-kerja-karyawan/
Kamis, 04 Oktober 2012
Softskill sisitem informasi Akutansi::SISTEM INFORMASI
AKUTANSI
Nama: Anggi sactyani
Kelas: 3db17
Npm:30110832
Sistem
Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan,
mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi
finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan
pihak ekstern.
Akuntansi sendiri
sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.Karakteristik SIA yang membedakannya
dengan subsistem CBIS lainnya :
·
SIA melakasanakan tugas
yang diperlukan
·
Berpegang pada prosedur
yang relatif standar
·
Menangani data rinci
·
Berfokus historis
·
Menyediakan informasi
pemecahan minimal
Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi
Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
·
Mengumpulkan dan
menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
·
Memproses data menjadi
into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
·
Melakukan kontrol secara
tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi
keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan
transaksi keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
·
Sistem pemrosesan
transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
·
Sistem buku
besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan
laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
·
Sistem pelaporan
manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan
bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan,
seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh
Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen.
Adapun perbedaan keduanya adalah :
·
SIA mengumpulkan
mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi
keuangan
·
SIM mengumpulkan
mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe
informasi
Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
·
Menyediakan informasi
yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value
chain secara efektif dan efisien.
·
Meningkatkan kualitas
dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
·
Meningkatkan efisiensi
·
Meningkatkan kemampuan
dalam pengambilan keputusan
·
Meningkatkan sharing
knowledge
·
Menambah efisiensi kerja
pada bagian keuangan
2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
·
Spesialis Informasi
·
Akuntan
Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi
perusahaan:
·
Bagian pemasaran
mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi
perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan
keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
·
Bagian SIA
memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan
produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah
diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian
pemasaran.
Kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari
keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan
sistem bisnis modern yaitu :
·
Pentingnya komunikasi
antar departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
·
Peranan SIA dalam
menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi
Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
·
Informasi Akuntansi
keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
·
Informasi Akuntansi
Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Langganan:
Postingan (Atom)